“Apakah Kementerian Dikdasmen sudah tahu? Ini kan baru hanya satu kasus. Bisa saja terjadi beberapa, makanya kita inginkan harus ada antisipasi dan preventif dari Kementerian Pendidikan Dasar Menengah,” ujar dia.
Selain itu, DPR akan meminta aparat penegak hukum untuk melakukan pendalaman. Menurut dia, kasus ini harus dibuka secara terang apakah memang hanya persoalan ketidakmampuan memiliki alat tulis; atau ada masalah lain yang lebih kompleks di ruang pendidikan atau keluarga.
“Jangan sampai misalnya tadi hanya disudutkan terkait hanya pensil, ternyata ada permasalahan lain,” kata Politikus PKB tersebut.
Menyitir berbagai sumber, seorang anak dengan inisial YBS (10) meninggalkan surat berisi ucapan selamat tinggal untuk ibunya sebelum mengakhiri hidupnya. Sebelum meninggal, YBS diduga meminta uang untuk membeli buku dan pena seharga kurang dari Rp10.000. Lalu, ibunya MGT (47) menjawab mereka tak punya uang.
Disclaimer:
Berita mengenai bunuh diri disampaikan dengan penuh kehati-hatian dan tidak untuk mendramatisasi atau mendorong tindakan serupa. Bunuh diri adalah isu kesehatan mental yang serius. Jika mengalami tekanan psikologis, kesedihan mendalam, atau keinginan untuk mengakhiri hidup, segera cari bantuan profesional.
Anda bisa menghubungi layanan konseling terpercaya atau fasilitas kesehatan terdekat.
Ingat, Anda tidak sendiri—bantuan tersedia dan dapat menyelamatkan nyawa. Pemerintah juga telah meluncurkan layanan Sejiwa untuk konsultasi. Layanan ini bisa diakses seluruh masyarakat.
Masyarakat yang butuh layanan bisa menghubungi hotline 119 ext 8. Penelepon nantinya akan disambungkan ke relawan dari Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi).
(dov/frg)




























