Logo Bloomberg Technoz

Nada positif ini juga tercermin dari indeks kejutan ekonomi AS, yang terus menunjukkan bahwa momentum ekonomi dasar masih terjaga di tengah deretan data yang melampaui perkiraan, meski sempat terjadi partial government shutdown.

Di sisi lain, kekhawatiran pasar terhadap potensi ketidakpastian di pucuk pimpinan The Fed agaknya sedikit mereda setelah Kevin Warsh masuk dalam bursa nominasi. Sementara itu, data ekonomi juga belum memberi sinyal pelemahan tajam di pasar tenaga kerja. 

Agaknya penguatan dolar AS kali ini mengindikasikan adanya koreksi dari pasar yang sempat pesimis terkait kondisi AS dan independensi bank sentralnya. 

Kondisi Domestik 

Sementara dari dalam negeri pemerintah mencatatkan lonjakan penerimaan sebesar 30,8% pada Januari secara tahunan (yoy). Hal ini mengindikasikan adanya perbaikan aktivitas ekonomi di awal tahun.

Melansir Bloomberg News, Kementerian Keuangan Purbawa Yudhi dalam pertemuannya dengan DPR RI menyebut, total pendapatan negara pada Januari mencapai Rp172,7 triliun, tumbuh 9,8% yoy. Dari jumlah tersebut, penerimaan pajak tercatat Rp116,2 triliun dengan pertumbuhan kuat.

Sementara penerimaan kepabeanan dan cukai turun 14% yoy menjadi Rp22,6 triliun. Kemudian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) melemah 19,7% yoy ke Rp33,9 triliun.

Di sisi lain, penerimaan dari kepabeanan dan cukai justru turun lantaran meningkatnya impor dengan tarif 0% serta melemahnya harga minyak sawit mentah (CPO). Adapun penurunan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga terjadi karena pemerintah tidak lagi menerima dividen dari BUMN. 

Ke depan, pemerintah membuka peluang pengenaan pajak baru, seperti pajak karbon dan cukai minuman berpemanis. Namun kebijakan tersebut baru akan dipertimbangkan setelah pertumbuhan ekonomi dinilai cukup kuat untuk menanggung tambahan beban fiskal.

Dari pasar saham, setelah pertemuan dengan petinggi MSCI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan penerapan aturan free float paling lambat diberlakukan Maret mendatang. Saat ini, OJK menyiapkan regulasi untuk menaikkan batas minimum free float jadi 15%.

Beberapa emiten yang sudah tercatat di bursa efek akan melakukan penyesuaian ini secara bertahap, dengan penyesuaian berdasarkan kategori perusahaan itu, masing-masing akan memiliki ketentuan free float dan tenggat waktu pelaksanaan yang berbeda. 

Di tengah investigasi terkait manipulasi saham terhadap beberapa sekuritas, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan penguatan 0,3% menjadi 8.146,71 pada perdagangan kemarin.

Meski begitu, pasar saham masih mencatatkan arus modal asing keluar sebanyak US$85,5 juta. Secara tahunan, investor asing telah meninggalkan pasar saham sebanyak US$1.716,3 juta, setara dengan Rp28,66 triliun dengan kurs Rp16.700/US$. 

Sementara dari pasar surat utang, meski secara tahunan arus modal asing keluar sebanyak US$5.294,9 juta, setara Rp88,42 triliun dengan kurs yang sama, tetapi dari awal tahun hingga Selasa (3/2/2026) pasar surat utang masih mencatatkan arus modal asing masuk sebesar US$354,5 juta atau setara Rp5,92 triliun. 

Hari ini pasar akan menantikan rilis pertumbuhan ekonomi domestik yang diprediksi akan berada di 5,05% berdasarkan konsensus ekonom yang dihimpun Bloomberg. Kondisi yang saling berkelindan ini membuat rupiah akan bergerak menguat terbatas di rentang Rp16.750-Rp16.850/US$.

(riset/aji)

No more pages