Logo Bloomberg Technoz

Pengguna lain mengeklaim 50-60% pekerjaan kerah putih atau white collar yang dihilangkan akibat AI bakal membuat para pekerja merasa sedikit lebih tidak berguna dan sedih tanpa adanya uang pesangon.

“Saya rasa Anda bisa menangis di atas tumpukan uang yang besar, sementara saya akan mengobrol dengan bot percakapan (chatbot) selama sisa karierku,” tulis seorang insinyur OpenSea, dilansir dari Decrypt, Rabu (4/2/2026).

Blogger kuliner Chrisy Toombs ikut merespons unggahan Altman dengan mengatakan kurang lebih seperti perasaannya saat menyaksikan kariernya hancur karena sekelompok AI tak berbakat saat ini bisa membuat salinan kosong dari karyanya yang “cukup layak” untuk membanjiri internet dengan konten sampah hingga tersumbat. “Semua itu karena Anda melatih model Anda tanpa persetujuan siapa pun,” tulis dia.

Tanggapan tersebut terjadi sekitar satu jam pertama seusai unggahan Sam Altman di X. Kurang lebih 3 juta kali telah dilihat dan lebih dari 2.200 balasan, dengan orang-orang masih melampiaskan kekesalan mereka kepada CEO perusahaan induk ChatGPT tersebut.

Banyak unggahan merefleksikan reaksi negatif pengguna atas pengumuman OpenAI terkait penghentian dukungan atau memensiunkan sejumlah model kecerdasan buatan di chatbot AI ChatGPT, termasuk GPT-4o, yang dijadwalkan akan terjadi pada 13 Februari 2026 mendatang, dengan banyak balasan yang mengkritik Sam Altman soal stabilitas model.

Meskipun perusahaan tersebut juga menyetop dukungan untuk GPT-4.1, GPT-4.1 mini, dan OpenAI o4-mini, serta varian GPT-5 lama, GPT-4o diklaim merupakan favorit khusus di antara pengguna berkat gaya percakapannya yang hangat dan kemampuan multimodelnya. Mereka bahkan mengaktifkannya lagi sesudah ada upaya awal untuk menghentikannya usai peluncuran GPT-5, menyusul reaksi negatif dari para pengguna.

OpenAI menyebut keputusan ini jadi cerminan pola penggunaan dengan sebagian besar pengguna sekarang lebih menyukai versi yang lebih baru seperti GPT-5.2, dimana menggabungkan kontrol kepribadian dan kreativitas yang bisa disesuaikan, yang sebagian terinspirasi oleh keunggulan GPT-40. 

Di samping itu, sebagian orang memuji Sam Altman atas kejujurannya dan kerentanan yang tampak jelas. 

Eks Chief Technology Officer (CTO) Dropbox sekaligus salah satu insinyur awal di Facebook, Aditya Agarwal mengatakan dirinya dipenuhi dengan kekaguman dan juga kesedihan yang mendalam. 

“Saya menghabiskan banyak waktu selama akhir pekan untuk menulis kode bersama Claude. Dan sangat jelas bahwa kami tidak akan pernah lagi menulis kode secara manual. itu tidak masuk akal,” ujar dia.

“Sesuatu yang sangat saya kuasai sekarang gratis dan berlimpah. Saya senang... tapi kemudian bingung... baik bentuk maupun fungsi dari awal karier saya sekarang dihasilkan oleh AI. Saya senang, tetapi juga sedih dan bingung,” sambung Agarwal.

(far/wep)

No more pages