Logo Bloomberg Technoz

Akan tetapi, koreksi harga CPO dibatasi oleh berbagai sentimen positif. Pertama adalah impor CPO India pada Januari tercatat 766.000 metrik ton. Melesat 51% dibandingkan bulan sebelumnya dan menjadi yang tertinggi dalam empat bulan terakhir.

Indonesia juga menyumbang sentimen positif bagi CPO. Awal pekan ini, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekspor minyak sawit pada Januari tercatat 23,61 juta metrik ton. Naik 9,1% secara tahunan.

Analisis Teknikal

Jadi bagaimana proyeksi harga CPO untuk hari ini, Rabu (4/2/2026)? Apakah bakal turun lagi atau bisa bangkit berdiri?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), CPO berada di area bullish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 68.

RSI di atas 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun hati-hati, karena sepertinya sudah hampir jenuh beli (overbought).

Sedangkan indikator Stochastic RSI 14 hari sudah menyentuh 99. Jauh di atas 80, memang sudah sangat overbought.

Oleh karena itu, sepertinya risiko koreksi harga CPO masih cukup tinggi. Target support terdekat adalah MYR 4.140/ton. Dari sini, harga bisa mengetes MYR 4.084/ton.

Namun andai harga CPO masih bisa naik, maka MYR 4.263/ton rasanya akan menjadi resisten terdekat. Resisten berikutnya ada di MYR 4.321/ton.

(aji)

No more pages