Bos BI Beber Strategi Kebijakan Makroprudensial Longgar
Sultan Ibnu Affan
27 January 2026 20:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia mengaku terus mendorong penurunan suku bunga, peningkatan likuiditas, dan kenaikan pertumbuhan kredit bagi pencapaian pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan wujud kebijakan makroprudensial longgar itu ditempuh melalui sejumlah cara.
"Pertama, penguatan kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang berbasis kinerja dan berorientasi ke depan," kata Perry dalam konferensi pers hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Selasa (27/1/2026).
Menurut dia, hal itu dilakukan untuk mempercepat penurunan suku bunga kredit pembiayaan perbankan dalam rangka optimalisasi intermediasi dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian.
Sejak 16 Desember 2025, besaran insentif kebijakan likuiditas makroprudensial disesuaikan menjadi sebesar 4,5% dari Dana Pihak Ketiga (DPK) untuk insentif bagi penyaluran kredit pembiayaan kepada sektor tertentu yang ditetapkan Bank Indonesia (lending sector). Selain itu, 1% dari DPK untuk insentif bagi bank-bank penurunan suku bunga kredit yang sejalan dengan arah suku bunga kebijakan BI (Interest Rate Channel).





























