KSSK Sebut Ketidakpastian Ekonomi Global akan Meningkat
Pramesti Regita Cindy
27 January 2026 17:17

Bloomberg Technoz, Jakarta - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menilai perekonomian dunia masih menghadapi tantangan dengan ketidakpastian yang meningkat. Pada 2026, pertumbuhan ekonomi dunia masih akan dipengaruhi oleh dampak lanjutan kebijakan tarif impor AS dan kerentanan rantai pasok global.
Menteri Keuangan sekaligus Anggota KSSK Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan dinamika ekonomi pada kuartal IV 2025 masih dipengaruhi oleh ketegangan perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, serta penurunan suku bunga bank sentral AS Federal Reserve yang lebih agresif.
Pelambatan aktivitas ekonomi AS dan pelemahan pasar tenaga kerja mendorong The Fed memangkas suku bunga acuan Fed Funds Rate sebesar 50 basispoin pada kuartal IV 2025 ke kisaran 3,5% sampai 3,75%.
"Pemangkasan lanjutan diharapkan dapat menopang pemulihan ekonomi dan meningkatkan aliran modal ke emerging market (negara berkembang)," ujar Purbaya dalam konferensi pers KSSK, Selasa (27/1/2026).
Pada 2026, pertumbuhan ekonomi dunia masih akan dipengaruhi oleh dampak lanjutan kebijakan tarif impor AS dan kerentanan rantai pasok global. Meski demikian, prospek perekonomian AS membaik didorong investasi di sektor teknologi—termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI)—dan stimulus fiskal berupa pengurangan pajak.






























