“Sebagian sudah kami salurkan, tetapi kami tidak banyak membicarakannya karena bisa memengaruhi pasar, terutama di sisi publik,” kata Pandu dalam wawancara dengan Bloomberg TV, dikutip Jumat (23/1/2026).
Ia menjelaskan, investasi di pasar publik Indonesia mencakup saham dan obligasi, dan akan terus berkembang secara bertahap.
“Untuk saham publik, kami mulai dari Indonesia terlebih dahulu. Sejujurnya, itu sudah berjalan,” ujar Pandu.
(art/wep)
No more pages




























