Logo Bloomberg Technoz

AS mengerahkan militer besar-besaran di Timur Tengah tahun lalu sebelum bergabung dengan perang Israel melawan Iran, melakukan serangan terhadap fasilitas nuklirnya pada Juni 2025.

Dalam beberapa hari terakhir, Pentagon memerintahkan kapal induk USS Abraham Lincoln dan tiga kapal perusak pendampingnya menuju ke wilayah tersebut. Kapal-kapal tersebut meninggalkan Laut China Selatan dan mulai berlayar ke barat awal pekan ini, menurut pejabat angkatan laut, sembari menambahkan bahwa mereka saat ini ada di Samudra Hindia.

Kapal-kapal perang tersebut akan bergabung dengan tiga kapal tempur pesisir, yang ada di pelabuhan Bahrain pada Jumat, serta dua kapal perusak AS lainnya di laut Teluk Persia.

Kedatangan kelompok kapal induk AS akan menambah sekitar 5.700 personel militer. AS memiliki beberapa pangkalan di Timur Tengah, termasuk Al Udeid di Qatar, yang menampung ribuan tentara AS dan merupakan markas besar terdepan Komando Pusat AS.

"Jika AS melanggar kedaulatan dan integritas teritorial Iran, kami akan membalasnya," kata pejabat Iran tersebut. Dia enggan menjelaskan seperti apa balasan Iran nantinya.

"Sebuah negara yang terus-menerus menghadapi ancaman militer dari AS tidak memiliki pilihan, selain memastikan bahwa semua yang dimilikinya dapat digunakan untuk melawan dan, jika memungkinkan, memulihkan keseimbangan terhadap siapa pun yang berani menyerang Iran," jelas pejabat tersebut.

(ros)

No more pages