Logo Bloomberg Technoz

Harga yang stabil di level tinggi ditopang oleh produksi yang mengalami penurunan secara musiman pada awal tahun.

Di tengah produksi yang turun, permintaan justru diperkirakan naik karena Ramadan dan Tahun Baru Imlek. Ekspektasi terhadap peningkatan permintaan tercermin dari proyeksi ekspor produk minyak sawit Malaysia yang diperkirakan naik 8.64-11,4% pada periode 1-20 Januari dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya.

Analisis Teknikal

Lantas bagaimana proyeksi harga CPO untuk minggu ini? Apakah bisa naik lagi atau justru terkoreksi?

Secara teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame), CPO berada di posisi netral. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 50.

Sedangkan indikator Stochastic RSI 14 hari sudah menyentuh 79. Menghuni area beli (long) yang amat kuat, dan bahkan sudah mendekati jenuh beli (overbought).

Sementara indikator Average True Range (ATR) 14 hari ada di 131. Memberi sinyal bahwa volatilitas harga CPO pekan ini akan tinggi.

Untuk perdagangan minggu ini, harga CPO kemungkinan bisa bergerak turun. Target support terdekat adalah MYR 4.073/ton yang merupakan Moving Average (MA) 5. Jika tertembus, maka support berikutnya adalah MA-10 di MYR 4.062/ton.

Waspada pivot point di MYR 4.045/ton. Dari sini, harga CPO bisa longsor hingga menuju target paling pesimistis atau support terjauh MYR 3.891/ton.

Akan tetapi kalau harga CPO masih bisa naik lagi, maka MYR 4.227/ton akan menjadi resisten terdekat. Target paling optimistis atau resisten terjauh ada di MYR 4.240/ton.

(aji)

No more pages