Dari total US$20 miliar tersebut, separuhnya akan berupa belanja modal, sementara separuh lainnya adalah biaya operasi dan pengeluaran lain yang akan mengalir ke dalam negeri, ujar Sawan dalam video tersebut.
Selain Shell, yang memiliki porsi kepemilikan terbesar di ladang ini, mitra lainnya adalah ExxonMobil Corp., TotalEnergies SE, Eni SpA, serta perusahaan milik negara Nigerian National Petroleum Co.
Banyak perusahaan minyak terbesar dunia saat ini sangat fokus pada disiplin belanja modal di tengah harga minyak yang lesu, kondisi yang dapat menghambat keputusan investasi besar baru.
Namun di sisi lain, pasokan minyak di tahun-tahun mendatang terlihat makin tidak pasti, sehingga menciptakan kebutuhan akan sumber barel baru.
“CEO kami, Wael Sawan, membahas berbagai proyek dengan Presiden Tinubu, termasuk Bonga South West, yang berpotensi mendorong kami dan para mitra mengambil keputusan investasi di masa depan,” kata seorang juru bicara Shell melalui email pada Jumat.
“Kami akan terus berinvestasi di bisnis hulu kami secara disiplin, ketika peluang yang tepat muncul.”
Shell membayar pajak dan berbagai pungutan lain sebesar US$5,34 miliar kepada Nigeria pada 2024, lebih besar dibandingkan pembayaran ke negara mana pun.
Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya dan terjadi ketika raksasa minyak dan gas itu berada di ambang keluar dari bisnis produksi darat (onshore) Nigeria setelah puluhan tahun operasi yang penuh kontroversi.
Keluar dari produksi onshore di Delta Niger — salah satu operasi Shell dengan intensitas emisi tertinggi, di mana perusahaan tersebut dituduh menyebabkan pencemaran lingkungan secara luas — merupakan bagian dari upaya Shell untuk menyederhanakan portofolionya dan “menjadi bisnis energi net-zero pada 2050,” sebagaimana telah disampaikan perusahaan sebelumnya.
Sawan mengatakan insentif tambahan yang disetujui oleh Presiden Nigeria telah memungkinkan Shell mendapatkan “kejelasan arah terhadap investasi pada proyek ini.”
Dia memastikan bahwa Shell akan memulai tahap “pra-FID” proyek tersebut “dalam beberapa bulan ke depan, sebelum membawanya ke tahap FID.”
(bbn)































