Logo Bloomberg Technoz

Chief Technology Officer (CTO) Meta, Andrew Bosworth —yang mengawasi Reality Labs— mendesak karyawan untuk menghadiri pertemuan tatap muka, menyebutnya sebagai pertemuan “terpenting” tahun ini, menurut memo yang diperoleh Times. Namun Meta menolak berkomentar mengenai laporan PHK tersebut. 

“Perusahaan mengalihkan sebagian investasi kami dari metaverse ke kacamata pintar AI dan tidak merencanakan perubahan yang lebih luas,” kata juru bicara Meta pada Desember 2025 lalu. 

Di samping itu, pengurangan karyawan ini pun meluas hingga ke luar California. Di negara bagian AS lainnya, Washington, Meta berencana untuk memberhentikan 331 pekerja pada 20 Maret 2026, berdasarkan pengajuan kepada regulator negara bagian tersebut dan laporan media setempat.

Kasus PHK tersebut termasuk karyawan di sejumlah kota Washington seperti Redmond, Bellevue, dan Seattle, serta pekerja jarak jauh (remote worker) di seluruh negara bagian AS itu. Pengurangan karyawan di Washington merupakan bagian dari 1.500 kasus PHK di Reality Labs secara nasional, seperti yang sudah dikonfirmasi oleh perusahaan. 

Reality Labs telah mencatat kerugian lebih dari US$70 miliar atau setara Rp1.179 triliun (asumsi kurs Rp16.848/US$) sejak didirikan pada 2020, yang membebani keuangan Meta meskipun bisnis periklanan intinya telah pulih dan sebagian dibantu oleh peningkatan yang didorong oleh AI.

PHK di Meta merupakan bagian dari gelombang PHK awal tahun yang lebih luas di seluruh industri teknologi. Misalnya, Western Digital Technologies mengungkapkan rencana untuk secara permanen memberhentikan 87 karyawan di sebuah fasilitas di San Jose, California, menurut pemberitahuan yang diajukan pada 20 Januari 2026. 

Resonetics, sebuah perusahaan manufaktur alat kesehatan, secara terpisah melaporkan bahwa mereka bakal menutup permanen lokasi di Menlo Park, California, yang mengakibatkan hilangnya 61 pekerjaan dengan penutupan dijadwalkan pada 21 April tahun ini.

(wep)

No more pages