Logo Bloomberg Technoz

Dari sisi realisasi harga, sepanjang 2025 harga tembaga tercatat sebesar US$4,53/pon atau lebih tinggi 8,1% dibandingkan dengan harga tembaga sepanjang 2024 senilai US$4,19/pon.

Selanjutnya, realisasi harga emas sepanjang 2025 mencapai US$3.418/troy ons, lebih tinggi hingga 41,4% dibandingkan dengan harga emas 2024 senilai US$2.418/troy ons.

FCX menyatakan penurunan produksi terjadi gegara tidak beroperasinya tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada September 2025, yang terjadi karena insiden banjir lumpur.

“Pada tingkat operasi normal, operasi bawah tanah PTFI menghasilkan sekitar 1,7 miliar pon tembaga dan 1,3 juta ons emas per tahun, dan termasuk di antara operasi dengan biaya terendah di dunia,” tulis manajemen FCX dalam laporan resminya, dikutip Jumat (23/1/2026).

Rencana 2026

Untuk tahun ini, FCX memperkirakan volume produksi tembaga dan emas akan melebihi volume penjualan. Terlebih, terdapat 100 juta pon tembaga dan 100.000 ons emas yang disimpan pada pabrik peleburan Freeport.

FCX menargetkan penjualan tembaga Freeport bakal mencapai 0,9 miliar pon dan emas sebesar 0,8 juta ons untuk tahun ini, seiring dengan bakal beroperasinya tambang bawah tanah GBC mulai kuartal II-2026.

“Berdasarkan perkiraan saat ini, sekitar 78% penjualan tembaga PTFI dan 75% penjualan emas PTFI pada 2026 diperkirakan terjadi pada paruh kedua tahun tersebut, mencerminkan dimulainya kembali secara bertahap dan peningkatan produksi tambang bawah tanah Grasberg Block Cave mulai kuartal II-2026,” tegas perseroan.

Freeport sendiri sebelumnya menangguhkan operasi tambang emas dan tembaga Grasberg sejak insiden longsor di Grasberg Block Cave pada awal September. Operasional tambang bawah tanah GBC diperkirakan baru dapat pulih sepenuhnya pada 2027.

Dalam keterangan resminya, Freeport-McMoRan Inc. menyebut insiden longsoran lumpur bijih telah merusak sejumlah infrastruktur pendukung produksi di area GBC.

Akibatnya, PTFI terpaksa menunda kegiatan produksi dalam jangka pendek pada kuartal IV-2025 hingga sepanjang 2026 di area tambang tersebut.

Adapun, badan bijih GBC mewakili 50% dari cadangan terbukti dan terduga PTFI per 31 Desember 2024, serta sekitar 70% dari proyeksi produksi tembaga dan emas hingga 2029.

Kala itu, diperkirakan bahwa ambang Big Gossan dan DMLZ yang tidak terdampak dapat kembali beroperasi pada pertengahan kuartal IV-2025, sementara pengembalian operasi bertahap tambang GBC dijadwalkan pada paruh pertama 2026.

Konsekuensinya, penjualan tembaga dan emas PTFI bakal terbatas pada kuartal IV-2025, jauh di bawah estimasi sebelumnya yaitu 445 juta pon tembaga dan 345.000 ons emas.

Sementara itu, pembukaan kembali kegiatan operasi GBC dimulai di tiga blok produksi di antaranya PB2 pada paruh pertama 2026, disusul PB3 dan PB1S pada paruh kedua 2026 dan PB1C menyusul pada 2027.

(azr/wdh)

No more pages