Logo Bloomberg Technoz

Kemudian, pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam pada kuartal III-2025 tumbuh 4,4% secara kuartalan yang disetahunkan (annualized). Lebih tinggi dibandingkan pembacaan awal yang sebesar 4,3% dan menjadi yang tertinggi sejak kuartal III-2023.

Berbagai data tersebut menggambarkan bahwa ekonomi AS masih solid. Belanja rumah tangga terjaga, inflasi moderat, sementara ekonomi melesat.

Ini menjadi prasyarat untuk pelonggaran moneter oleh bank sentral Federal Reserve. Kemungkinan The Fed melanjutkan siklus penurunan suku bunga membuat emas berbunga-bunga.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun.

Analisis Teknikal

Jadi bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini, Jumat (23/1/2025)? Apakah akan rekor lagi atau malah terkoreksi?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas mantap di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 82.

RSI di atas 80 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun RSI yang di atas 70 juga menjadi sinyal bahwa sudah jenuh beli (overbought).

Adapun indikator Stochastic RSI 14 hari sudah menyentuh 100. Paling tinggi, sinyal overbought terkonfirmasi.

Untuk perdagangan hari ini, harga emas berisiko turun. Maklum, kenaikannya sudah begitu tinggi.

Tentu akan datang saatnya untuk konsolidasi, di mana investor ‘gatal’ mencairkan cuan. Kala ini terjadi, emas akan mengalami tekanan jual sehingga harganya melemah.

Cermati pivot point di US$ 4.827/troy ons. Dari sini, harga emas kemungkinan akan menguji support US$ 4.765/troy ons yang menjadi Moving Average (MA) 5.

Target paling pesimistis atau support terjauh ada di US$ 4.633/troy ons.

Namun kalau harga emas masih kuat naik, maka US$ 4.959/troy ons rasanya akan menjadi resisten terdekat. Resisten berikutnya ada di US$ 4.961/troy ons dan target paling optimistis adalah US$ 5.035/troy ons.

(aji)

No more pages