Logo Bloomberg Technoz

Purbaya Dilema Soal Insentif Mobil Listrik 2026, Ini Alasannya

Mis Fransiska Dewi
09 March 2026 19:45

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Bloomberg
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa hingga kini masih mempertimbangkan ihwal insentif kendaraan listrik 2026. Pertimbangan ini berkaitan dengan dampaknya terhadap kondisi fiskal dan potensi pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Diketahui, Kementerian Perindustrian tengah mengusulkan agar kebijakan insentif kendaraan listrik kembali dilanjutkan pada 2026. Namun, implementasi kebijakan tersebut masih memerlukan persetujuan dari sejumlah kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Keuangan.

Purbaya menyampaikan pihaknya saat ini masih melakukan perhitungan terkait dampak fiskal dari kebijakan tersebut. Menurutnya, pemberian insentif berpotensi mengurangi penerimaan negara dari sektor kendaraan listrik.


“Saya lagi hitung, dan saya belum diskusi. Kalau bagus, kalau enggak ya enggak,” Purbaya, dikutip Senin (9/3/2026). 

Dia menjelaskan, kebijakan insentif tersebut juga berpotensi memicu pelebaran defisit APBN jika pemerintah kehilangan sebagian penerimaan. Kondisi ini menjadi perhatian karena pemerintah juga tengah menghadapi tekanan dari kenaikan harga minyak global yang dipicu ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.