Logo Bloomberg Technoz

Sehubungan dengan rencana tersebut, perusahaan akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), sekaligus membahas harga pelaksanaan rights issue.

Manajemen BNBR menyampaikan bahwa seluruh dana yang diperoleh dari PMHMETD, setelah dikurangi biaya dan pengeluaran terkait, akan digunakan untuk pembayaran kewajiban perseroan dan/atau anak perusahaan kepada kreditur, serta untuk memenuhi kebutuhan modal kerja.

“Rencana PMHMETD akan memberikan pengaruh kepada pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD miliknya untuk melakukan pembelian saham baru, yang mana persentase kepemilikan saham di perseroan akan terdilusi hingga sebanyak-banyaknya 33,33% setelah dilaksanakannya HMETD,” ungkap manajemen.

Rencana rights issue ini muncul di tengah volatilitas pergerakan saham BNBR. Dalam akumulasi satu bulan terakhir, saham BNBR tercatat melonjak 79,31% dan sempat mencapai level tertinggi di Rp264/saham pada 15 Januari 2026. Sementara itu, dalam periode tiga bulan terakhir, saham BNBR menguat hingga 372,73%.

Namun, pada perdagangan terbaru, tepatnya penutupan Selasa (21/1/2026), saham BNBR terkoreksi tajam dengan penurunan 9,57% dan ditutup di level Rp208/saham.

(dhf)

No more pages