Logo Bloomberg Technoz

Bessent juga mendesak Eropa dan negara lainnya untuk menghormati perjanjian perdagangan mereka dengan AS, dan tegas menolak bahwa Eropa dapat membalas AS terkait Greenland. 

Prancis mengusulkan delapan sekutu Eropa untuk mengirim personel militer ke Greenland untuk latihan yang dipimpin oleh Denmark, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyarankan agar NATO juga menyelenggarakan latihan dan mengirim pasukannya ke Greenland. 

Sebenarnya, para pejabat negara yang hadir di Davos-Swiss sempat bersiap menghadapi bentrokan panas di konferensi WEF, antara Presiden AS Donald Trump dan para pemimpin Eropa beserta sekutunya. 

Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen pada hari Selasa (20/1/2026) juga sempat mengatakan kepada penduduk wilayah dan otoritasnya untuk mulai mempersiapkan kemungkinan invasi militer, meskipun itu masih merupakan skenario yang paling buruk.

Namun setelah pidato panjang yang menyatakan Trump menolak menggunakan cara militer, pasar bisa bernafas lega. Hal ini terlihat pada lebih dari 400 saham di S&P 500 yang beranjak naik.

Begitu juga imbal hasil pada Treasury 10 tahun 4 basis poin (bps) menjadi 4,25%. Indeks dolar AS juga menguat 0,12% pada penutupan perdagangan kemarin ke posisi 98,761 dari posisi sebelumnya 98,605. 

Sementara, dari dalam negeri rupiah mendapatkan sedikit tenaga pasca pengumuman penetapan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) yang tidak berubah di 4,75%. Keputusan ini sejalan dengan ekspektasi pasar.

Sebelum pengumuman BI-Rate dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG), Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dipanggil ke istana presiden untuk membahas koordinasi kebijakan karena rupiah mencapai rekor terendahnya pada awal pekan ini. Pertemuan itu dipimpin oleh Sekretaris Negara Prasetyo Hadi untuk menyinkronkan kebijakan antara moneter dan fiskal. 

Dengan faktor geopolitik dan kondisi domestik yang saling berkelindan ini, lantas bagaimana nasib rupiah hari ini? 

Analisis Teknikal Rupiah Kamis 22 Januari 2026 (Sumber: Bloomberg)

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), rupiah berpotensi menguat pada perdagangan hari ini. Adapun rupiah berpotensi menguat ke resistance Rp16.910/US$, dan juga kembali menuju Rp16.900/US$ sebagai level optimistis.

Jika nantinya rupiah berhasil menguat hingga Rp16.880/US$, maka ada potensi untuk lanjut hingga Rp16.840/US$.

Nilai rupiah memiliki level support psikologis di level Rp16.950/US$. Apabila level ini berhasil break, maka mengonfirmasi laju support selanjutnya Rp17.000/US$.

(riset/aji)

No more pages