Logo Bloomberg Technoz

AirAsia Menjadi Saham Maskapai dengan Kinerja Terburuk di Dunia

News
10 March 2026 11:10

AirAsia. (Dok: Bloomberg)
AirAsia. (Dok: Bloomberg)

Danny Lee - Bloomberg News 

Maskapai penerbangan berbiaya rendah AirAsia X Bhd membayar harga mahal atas taruhan yang salah arah pada harga bahan bakar jet. Keputusan manajemen untuk tidak melakukan lindung nilai ketika harga minyak murah telah menjadi bumerang setelah perang Iran, dan perusahaan tersebut kini menjadi saham maskapai penerbangan dengan kinerja terburuk di dunia.

Maskapai yang berbasis di Kuala Lumpur ini sempat kehilangan hampir setengah dari kapitalisasi pasarnya dalam beberapa hari sejak AS dan Israel mulai menembakkan rudal ke Iran, menurut saham yang dilacak oleh Bloomberg World Airlines Index. Saham tersebut pulih sekitar 13% pada Selasa setelah harga minyak turun dari lonjakan sebelumnya.


CEO Bo Lingam dijadwalkan bertemu dengan media pada Senin untuk membahas prospek maskapai untuk tahun 2026. Namun, acara tersebut ditunda pada Minggu malam, dengan perusahaan menyebutkan "keadaan yang tidak terduga."

Pusat perang jauh dari AirAsia X, tetapi efek riak pada industri ini dirasakan secara global. Maskapai penerbangan Asia lainnya yang tidak melakukan lindung nilai juga merasakan dampaknya. Saham China Eastern Airlines Corp. dan Korean Air Lines Co. yang berbasis di Shanghai telah anjlok sekitar 14% sejak perang dimulai.