Logo Bloomberg Technoz

Trump: Hidup Powell Tak Akan Bahagia Jika Tetap di The Fed

News
22 January 2026 07:00

Donald Trump dan Jerome Powell. (Bloomberg)
Donald Trump dan Jerome Powell. (Bloomberg)

Hadriana Lowenkron - Bloomberg News

Bloomberg, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melancarkan serangan terbuka terhadap Gubernur Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell. Trump mengisyaratkan bahwa Powell tidak akan menikmati masa jabatannya jika ia memilih untuk tetap bertahan di Dewan Gubernur Bank Sentral AS setelah masa jabatannya sebagai ketua berakhir.

"Kita lihat saja bagaimana akhirnya nanti," ujar Trump dalam wawancara dengan CNBC di Davos, Swiss, yang ditayangkan pada Rabu (21/1). Namun, saat ditanya mengenai kemungkinan Powell tetap menjabat sebagai gubernur The Fed hingga 2028, Trump—yang saat ini tengah aktif mencari pengganti Powell—memberikan peringatan keras. "Jika itu terjadi, saya rasa hidupnya tidak akan sangat, sangat bahagia."


Perselisihan antara pemerintahan Trump dan Gubernur The Fed ini semakin memanas. Gedung Putih bahkan telah mengeluarkan surat panggilan (subpoena) yang mengarah pada kemungkinan penyelidikan kriminal terkait renovasi markas besar Federal Reserve di Washington. Powell dengan tegas melawan penyelidikan tersebut dan menyebutnya sebagai upaya "tekanan politik". Hal ini memicu spekulasi bahwa Powell mungkin sengaja memilih bertahan di dewan tersebut meski masa jabatannya sebagai gubernur berakhir pada Mei mendatang.

Jika skenario itu terjadi, Powell kemungkinan besar akan tetap memiliki pengaruh kuat atas keputusan kebijakan di bank sentral paling berpengaruh di dunia tersebut. Dengan tetap bertahan, Powell juga akan menutup peluang Trump untuk menempatkan loyalis baru di Dewan Gubernur.