Logo Bloomberg Technoz

Arah Bauran Kebijakan Terbaru BI: Fokus Stabilisasi Rupiah

Sultan Ibnu Affan
21 January 2026 17:20

Bank Indonesia Berikan Insentif K-L-M, Targetkan Kredit Tumbuh 8-12%. (Diolah dari Berbagai Sumber)
Bank Indonesia Berikan Insentif K-L-M, Targetkan Kredit Tumbuh 8-12%. (Diolah dari Berbagai Sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) memaparkan arah bauran kebijakan moneter terbaru usai melakukan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI edisi 20-21 Januari 2026, yang juga memutuskan kembali menahan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 4,75%.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan salah satu arah bauran pada awal 2026 ini adalah fokus terhadap stabilitasi nilai tukar rupiah yang saat ini terus mengalami depresiasi hingga ke level terlemah sepanjang sejarah (all time low).

"Fokus kebijakan saat ini pada upaya stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak meningkatnya ketidakpastian global guna mendukung pencapaian sasaran inflasi 2026-2027 dan mendorong pertumbuhan ekonomi," ujar Perry dalam konferensi pers hasil RDG, Rabu (21/1/2026).


Perry mengatakan, langkah tersebut ditempuh lewat intervensi baik dari transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri maupun transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik. 

Strategi tersebut juga dilakukan melalui pembelian SBN di pasar sekunder, termasuk penguatan operasi moneter pro-market serta memperkuat efektivitas transmisi kebijakan moneter dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi.