Logo Bloomberg Technoz

Penjualan Burberry Melonjak di China Seiring Kebangkitan Merek

News
21 January 2026 18:20

Salah satu produk rumah mode mewah asal Inggris, Burberry. (Dok. Bloomberg)
Salah satu produk rumah mode mewah asal Inggris, Burberry. (Dok. Bloomberg)

Jillian Deutsch - Bloomberg News

Bloomberg, Penjualan Burberry meningkat selama periode liburan utama karena para pembeli memborong syal tartan dan mantel trench khas merek Inggris tersebut, terutama di China, sehingga memperkuat harapan akan pemulihan sektor barang mewah.

Penjualan di gerai yang sama (same-store sales) naik 3% pada kuartal fiskal ketiga yang berakhir 27 Desember, kata Burberry Group Plc pada Rabu, melampaui perkiraan analis. Wilayah China Raya — pasar yang sangat penting bagi merek-merek mewah — mencatat kenaikan penjualan 6%, dua kali lipat dibandingkan pertumbuhan kuartal sebelumnya, berkat permintaan dari pelanggan Gen Z, katanya.


Chief Executive Officer Joshua Schulman telah membawa Burberry kembali ke dasar-dasarnya dengan berfokus pada produk outerwear andalan merek tersebut sejak ia mengambil alih jabatan pada Juli 2024, setelah sebelumnya memimpin Michael Kors dan Coach. Para pendahulunya sempat mencoba mengangkat Burberry ke jajaran atas merek mewah dengan berekspansi ke tas tangan kelas atas dan menaikkan harga — langkah yang tidak diminati pelanggan.

Meski proses pemulihan masih berada pada tahap awal, para investor menyambut baik pendekatan tersebut. Saham Burberry naik hampir 30% pada 2025 dan sempat melonjak hingga 6,6% pada perdagangan awal di London pada Rabu, kenaikan intraday terbesar sejak November.