Dari sisi program kerja, Widiyanti menyebut seluruh program unggulan telah terlaksana sesuai rencana. “Sebanyak 14 aksi Gerakan Wisata Bersih terlaksana dengan melibatkan 22 mitra dan lebih dari 9.000 masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Pariwisata 5.0 termasuk kecerdasan buatan bernama Maya telah diluncurkan dan dimanfaatkan oleh perencana perjalanan.
Ia menambahkan, program pariwisata berkualitas seperti Kuliner Indonesia yang Menakjubkan dan Kesehatan Luar Biasa di Indonesia juga dijalankan.
“Sebanyak 99 Karisma Event Nusantara dan 99 Event by Indonesia terlaksana, serta pendampingan desa wisata mencetak dua Desa Wisata Terbaik versi UN Tourism, 15 penghargaan pariwisata ASEAN, dan 2.885 sertifikasi halal,” ucap Widiyanti.
Pada pengembangan SDM, Widiyanti mengatakan Kemenpar melakukan uji kompetensi dan pelatihan berbasis kompetensi kepada 2.622 tenaga kerja pariwisata. “Pelatihan keterampilan lunak, pariwisata berkelanjutan, dan manajemen diikuti lebih dari 27.000 peserta,” katanya. Sementara di Politeknik Pariwisata, dihasilkan 2.903 lulusan dengan 11.767 mahasiswa aktif dan 756 dosen.
Untuk tahun anggaran 2026, Widiyanti menyampaikan DIPA Kementerian Pariwisata sebesar Rp1,85 triliun, termasuk alokasi Direktif Presiden Rp368,1 miliar dan blokir anggaran Rp14,8 miliar. “Meski terlihat meningkat dari 2025, anggaran yang dapat digunakan justru menurun sebesar Rp10,87 miliar, dari Rp1,48 triliun menjadi Rp1,47 triliun,” ujarnya.
Ia mengakui keterbatasan anggaran berdampak pada pola pelaksanaan program, termasuk pemangkasan perjalanan dinas. “Dalam semangat efisiensi, kami mengoptimalkan koordinasi melalui platform digital dan webinar. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahankan bahkan meningkatkan jangkauan serta efektivitas kinerja di tahun 2026,” kata Widi.
Menghadapi keterbatasan tersebut, Widiyanti menegaskan fokus program tetap dijaga di 2026. “Kami mengutamakan peningkatan keselamatan berwisata, Desa Wisata, program Pariwisata Berkualitas, program Event by Indonesia, dan program Tourism 5.0 yang tahun ini difokuskan untuk digitalisasi perizinan event,” pungkasnya.
(dec/spt)































