Logo Bloomberg Technoz

Sebelumnya, Konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg menghasilkan median proyeksi BI Rate bertahan di level 4,75% pada awal tahun baru ini. Artinya, BI Rate berada di posisi hold selama empat bulan berturut-turut.

Dari 30 ekonom/analis yang terlibat dalam pembentukan konsensus, seluruhnya memperkirakan demikian. Aklamasi, sepakat bulat, tiada dissenting opinion.

Rupiah sepertinya masih akan menjadi pertimbangan utama bagi MH Thamrin dalam keputusan BI Rate bulan ini. Memasuki 2026, tekanan terhadap mata uang Ibu Pertiwi bukannya reda tetapi makin intensif.

Di hadapan dolar Amerika Serikat (AS), rupiah bahkan menyentuh titik terendah sepanjang sejarah. Rupiah sudah sangat dekat dengan level Rp 17.000/US$.

Rupiah pun menjadi salah satu mata uang Asia dengan kinerja terburuk tahun ini. Hanya lebih baik dari won Korea Selatan.

"Kami melihat BI Rate akan dipertahankan di  4,75% pada RDG  Januari ini untuk menjaga stabilitas. Rupiah cenderung melemah di tengah naiknya ketidakpastian global terutama dari geopolitik yang bersumber di AS," sebut Faisal Rachman, Ekonom PT Bank Permata Tbk (BNLI).

(lav)

No more pages