Seorang perwakilan dari Nvidia yang berbasis di Santa Clara, California, menolak berkomentar.
China, pasar terbesar semikonduktor, serius mengembangkan industri chip dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada produk AS. Namun, untuk saat ini, produsen lokal belum mampu menyaingi kemampuan prosesor Nvidia, yang digunakan untuk mengembangkan dan menjalankan model AI.
Meskipun H200 berada satu generasi di belakang chip Nvidia yang tersedia di AS, chip ini masih dianggap lebih powerful dibandingkan produk China.
Dengan mempertimbangan keamanan, Beijing akan melarang penggunaan chip H200 di militer, lembaga pemerintah sensitif, infrastruktur kritis, dan perusahaan milik negara, menurut sumber yang mengetahui hal tersebut. Langkah yang mirip dengan tindakan serupa yang diambil pemerintah China terhadap produk asing seperti perangkat Apple Inc. dan chip Micron Technology Inc.
Selama kunjungannya ke China pada Juli, Huang berhasil mengadakan pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri He Lifeng dan Menteri Perdagangan Wang Wentao. Dia juga merayakan liburan Tahun Baru Imlek bersama karyawannya di China pada Januari 2025, memilih untuk tidak menghadiri upacara pelantikan Presiden AS Donald Trump.
Pada Rabu, Huang dijadwalkan tampil di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, di mana dia akan diwawancarai oleh CEO BlackRock Inc., Larry Fink.
Sementara itu, Amerika Serikat memberlakukan tarif sebesar 25% terhadap semikonduktor canggih tertentu sebelum dikirim ke China, langkah ini bertujuan untuk memenuhi keinginan Trump untuk mengenakan bea tambahan atas penjualan tersebut.
Washington juga menetapkan persyaratan tambahan untuk permohonan lisensi H200. Eksportir harus memastikan bahwa pengiriman ke China yang disetujui tidak akan menyebabkan kekurangan pasokan di pasar AS.
Nvidia kemudian diminta memastikan bahwa produksi untuk pelanggan China tidak akan menggantikan kapasitas produksi yang dapat digunakan untuk membuat chip untuk pembeli AS.
Baca Juga: Chip H200 Nvidia Segera Masuk China, Alibaba Dapat Berkahnya
Dengan pembatasan tersebut, memungkinkan China membeli chip AI Nvidia tetap menjadi kontroversial di kalangan anggota Kongres AS.
Dalam pertemuan pekan lalu, Anggota Kongres AS Brian Mast mengatakan bahwa China “kemungkinan akan mengungguli Amerika dalam perlombaan senjata AI” jika negara tersebut memiliki akses bebas ke prosesor Nvidia. Seorang Republikan asal Florida yang memimpin panel urusan luar negeri DPR itu menambahkan bahwa chip Nvidia jauh lebih baik daripada apa pun yang dapat diproduksi China secara domestik.
Mast di media sosial akhir pekan lalu, menuduh Huang dan “anak buah bayarannya” “berjuang untuk menjual jutaan chip AI canggih ke perusahaan militer China seperti Alibaba dan Tencent.”
Jensen Huang, since you’re not on X, I’ll tag your company @nvidia. You and your paid minions are fighting to sell millions of advanced AI chips to Chinese military companies like Alibaba and Tencent. I’m trying to stop that from happening.
— Rep. Brian Mast (@RepBrianMast) January 17, 2026
Jensen, if you ever feel like debating…
Dalam posting yang sama di X, Mast menantang Huang untuk berdebat dengannya di Fox News. Anggota parlemen tersebut sedang berusaha untuk mendorong rancangan undang-undang yang akan memperkenalkan pengawasan kongres yang ketat atas penjualan chip AI canggih dan memberikan wewenang kepada cabang legislatif untuk memblokir penjualan H200 melalui resolusi bersama. Huang telah menyatakan bahwa wewenang tersebut seharusnya tetap berada di tangan Trump dan Departemen Perdagangan.
(bbn)






























