"Satu bisa mengendalikan tujuh enggak? Enggak bisa. Seandainya Gerindra [terlibat] pun, itu kan pasti akan debat, akan diskusi," tutur dia.
"Jadi pasti akan dikontrol di dalam juga."
Adapun, Thomas Djiwandono, yang akrab disapa Tommy, belakangan masih terlibat aktif dalam kepengurusan partai Gerindra.
Thomas menjabat sebagai bendahara umum partai pada 2014 lalu, sebelumnya akhirnya digantikan oleh Satrio Dimas Adityo pada Agustus 2025 lalu.
Sebelumnya, sumber Bloomberg Technoz menyebut Thomas dipastikan akan menjadi pengganti Juda Agung yang telah mengundurkan diri dari Deputi Gubernur BI. Sementara itu, Juda Agung berpotensi menggantikan Thomas di Kementerian Keuangan.
Ketua Komisi XI Muhammad Misbakhun telah menerima Surat Presiden (Surpres) pengajuan sejumlah nama calon kandidat yang menggantikan Juda.
Ketiga kandidat tersebut yakni Thomas Djiwandono, Dicky Kartikoyono, dan juga Solikin M. Juhro. Usai menerima surat itu, DPR kemudian akan menindaklanjuti proses fit and proper test.
"Surpres sudah [kami terima]. Kemudian Komisi XI ditugaskan untuk melakukan fit and proper test, dan saya sudah minta kepada sekretariat untuk mengatur jadwal," ujar Misbakhun. "Pokoknya minggu ini."
(azr/naw)































