Logo Bloomberg Technoz

Angka Kelahiran China Menyusut Tajam ke Level Terendah Sejak 1949

News
19 January 2026 11:10

Ilustrasi angka kelahiran. (Bloomberg)
Ilustrasi angka kelahiran. (Bloomberg)

Bloomberg News

Bloomberg, Angka kelahiran di China turun tahun lalu ke level terendah sejak 1949, menandakan tantangan demografis yang semakin dalam bagi Beijing, bahkan saat pejabat pemerintah mengeluarkan subsidi baru untuk mendorong pasangan memiliki lebih banyak anak.

Data yang dirilis Biro Statistik Nasional pada Senin (19/1/2026) menunjukkan jumlah kelahiran per 1.000 orang turun menjadi 5,6, level terendah sejak Republik Rakyat China berdiri. Jumlah bayi baru lahir berkurang 1,6 juta, terbanyak sejak 2020, menjadi 7,9 juta.

Kelahiran Baru China Menurun Tajam pada 2025. (Bloomberg)

Angka ini menjadi pukulan bagi upaya Presiden Xi Jinping untuk mempromosikan masyarakat yang ramah kelahiran, termasuk dengan menawarkan insentif uang tunai bagi orang tua. Populasi total turun sebesar 3,4 juta, penurunan paling tajam sejak Kelaparan Besar tahun 1960 di era kepemimpinan Mao Zedong, menjadi 1,405 miliar jiwa.

Populasi yang menua dan angkatan kerja yang menyusut merupakan ancaman besar bagi ekonomi terbesar kedua di dunia ini. Seiring populasi lanjut usia bertambah, rasio pekerja terhadap pensiunan menyusut, menambah tekanan pada sistem pensiun yang kekurangan dana.