Logo Bloomberg Technoz

Nowrouzezahrai menyampaikan bahwa pengembangan gim (game) modern membutuhkan perubahan berulang yang tepat dan konsisten di seluruh proyek besar dengan saling terhubung, sesuatu yang sulit ditangani oleh sistem AI saat ini.

“Jika saya mengatakan, ‘Geser dua sentimeter ke kiri,’ itu adalah perubahan yang sangat spesifik. Tingkat presisi dan kontrol seperti itu masih sulit dicapai oleh sistem ini,” ujar dia.

Meski demikian, studio-studio yang berbasis di Montreal, Kanada termasuk Eidos Interactive Corp. dan Keywords Studios PLC, telah mengurangi hampir 500 posisi selama 18 bulan terakhir. Serta para aktor video game Hollywood melakukan pemogokan tahun lalu karena masalah AI dan gaji, sementara terdapat sejumlah studio tutup dan lebih dari 10.000 orang kehilangan pekerjaan.

Nowrouzezahrai mengatakan keterbatasan utama AI generatif bukanlah kemampuannya untuk menghasilkan konten, tetapi ketidakmampuannya untuk memahami konteks kreatif dan organisasi yang lebih luas di mana konten tersebut digunakan. “Ketika seorang direktur seni berkata, ‘Saya perlu kotak ini agar terlihat lebih mirip dengan proyek pertama,’ ada konteks bersama selama bertahun-tahun di balik instruksi itu,” tutur dia.

Dari perspektif bisnis, lanjut Nowrouzezahrai, perusahaan berisiko salah menilai baik kemampuan maupun mode kegagalan teknologi tersebut. “Sistem-sistem ini dapat gagal secara fatal dan dengan tingkat kepercayaan yang tinggi,” terang dia.

Ilustrasi kecerdasan buatan di industri game. (Diolah)

Nowrouzezahrai menambahkan, pekerja berpengalaman masih dibutuhkan untuk mengawasi, menguji, dan memperbaiki output yang dihasilkan AI. “Untuk banyak tugas bernilai tinggi, peran manusia tetap sangat penting,” ujar dia.

Meski begitu, investasi AI di bidang gim adalah bisnis besar. Menurut laporan Cognitive Market Research, pendanaan ini diproyeksikan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan lebih dari 36% dan mencapai US$1,65 miliar atau setara dengan Rp28 triliun (asumsi kurs Rp16.973/US$) pada 2033 mendatang.

Pada 2025, nilai pasar kecerdasan buatan dalam game Kanada diperkirakan mencapai sekitar US$138 juta atau sekitar Rp2,3 triliun, naik dari sekitar US$40 juta atau setara dengan Rp678,9 miliar pada 2021 lalu.

Terlepas dari tingkat investasi tersebut, 1 dari 10 developer gim diberhentikan selama tahun lalu, menurut laporan Konferensi Pengembang Game (Game Developers Conference/GDC) pada 2025. Selain itu, juga menyebutkan 30% developer percaya AI berdampak negatif pada industri video game, dengan peningkatan 12 poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Ilustrasi teknologi AI. (Bloomberg)

Nowrouzezahrai kemudian prihatin terkait bagaimana AI memengaruhi keputusan tenaga kerja, khususnya di tingkat pemula. Dia mengatakan penghapusan peran junior atas nama otomatisasi dapat merusak keberlanjutan jangka panjang industri ini.

“Satu-satunya cara orang membangun keahlian adalah dengan melakukan tugas-tugas sederhana di awal karier. Jika Anda menghilangkan langkah itu, Anda memutus jalur yang menghasilkan talenta senior,” jelas Nowrouzezahrai.

(wep)

No more pages