Cara TNI Membangun Jembatan di Wilayah Bencana Aceh
Redaksi
19 January 2026 18:42

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah bersama TNI terus bergerak cepat memulihkan infrastruktur pasca-banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Salah satu fokus utama adalah membuka kembali akses jalan dan jembatan yang terputus agar mobilitas masyarakat serta distribusi logistik dapat segera berjalan normal.
Komandan Batalyon Zeni Tempur (Danyon Zipur) 16, Letkol CZI Rudy Haryanto, menjelaskan bahwa berdasarkan data posko penanganan bencana, sedikitnya terdapat 492 jembatan di Aceh yang mengalami kerusakan atau terputus akibat banjir. Kerusakan tersebut bervariasi, mulai dari jembatan permanen hingga jembatan gantung.
"Dari 492 ini kami memprioritaskan untuk jembatan-jembatan yang memang jembatan nasional atau pun jalan alternatif yang memang tercepat untuk dapat membuka jalan ke daerah yang saat ini dibilang terisolasi. Itu daerah Bener Meriah dan Takengon," uja Rudy dalam wawancara Sinergi Indonesia di YouTube Bakom RI, dikutip Senin (19/1).
Proses pembangunan jembatan darurat tidak berjalan mudah. Banyak jembatan tertutup material banjir berupa kayu, puing rumah, bahkan ada yang hanyut sepenuhnya. Di sejumlah lokasi, jembatan masih berdiri, namun akses jalan menuju jembatan tergerus aliran sungai yang meluap.
“Seperti yang kami buat di Teupin Mane, di daerah Juli (Bireuen), sebelumnya sungai dengan kelebaran 120 menjadi 180 meter. Itu merupakan tantangan tersendiri untuk dapat, pertama membersihkan wilayah kerjanya dulu, setelah itu kita mempersiapkan untuk memasang jembatan darurat agar dapat menghubungkan jalan yang terputus itu,” jelasnya.































