Logo Bloomberg Technoz

Djony Bunarto Tjondro: Desa Sejahtera Astra Majukan Batik Lokal


Aktivitas produksi batik masyarakat Desa Sejahtera Astra Singkawang yang hingga saat ini, telah melibatkan lebih dari 240 pelaku batik (Dok. Astra)
Aktivitas produksi batik masyarakat Desa Sejahtera Astra Singkawang yang hingga saat ini, telah melibatkan lebih dari 240 pelaku batik (Dok. Astra)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Astra terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat perekonomian desa melalui pengembangan potensi lokal yang berkelanjutan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program Desa Sejahtera Astra yang mendorong aktivitas membatik sebagai sumber penghidupan masyarakat di Desa Sejahtera Astra Singkawang, Kalimantan Barat. Program ini mengedepankan pendekatan berbasis komunitas dengan membangun sistem produksi yang terstruktur dan berkelanjutan.

Di Singkawang, keterampilan membatik bukanlah hal baru. Aktivitas ini telah tumbuh dan dijalankan oleh masyarakat sebagai bagian dari kegiatan ekonomi lokal. Namun, agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara lebih luas dan berjangka panjang, diperlukan penguatan pengelolaan usaha, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta sistem produksi yang lebih tertata dan kolaboratif.

Melihat potensi tersebut, Astra sejak 2021 hadir mendampingi masyarakat melalui Desa Sejahtera Astra Singkawang. Pendampingan ini difokuskan pada penguatan kapasitas masyarakat, mulai dari peningkatan keterampilan, pengelolaan kelompok produksi, hingga membangun fondasi produksi yang lebih mandiri dan berbasis potensi lokal.

Pendekatan yang dilakukan Astra tidak hanya mendorong peningkatan keterampilan teknis membatik, tetapi juga membangun pola kerja kolektif. Dengan sistem yang dikelola bersama, masyarakat desa didorong untuk saling berkolaborasi sehingga aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan.

Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro menegaskan bahwa pendampingan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam membangun kesejahteraan masyarakat desa.

“Pendampingan yang dilakukan oleh Astra melalui Desa Sejahtera Astra bertujuan untuk membangun kapasitas masyarakat serta membangun sistem kerja dan produksi yang dikelola secara bersama, sehingga aktivitas ekonomi desa dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Inisiatif di Desa Sejahtera Astra Singkawang diharapkan dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa,” ujar Djony.

Program ini tidak berjalan sendiri. Di tingkat lokal, peran penggerak desa menjadi kunci dalam memastikan keberlanjutan inisiatif membatik. Di Desa Sejahtera Astra Singkawang, sosok Priska Yeniriatno tampil sebagai penggerak utama yang mendorong penguatan sumber daya manusia di bidang batik.

Berangkat dari pengalamannya membangun kegiatan membatik secara mandiri, Priska berupaya agar keterampilan membatik tidak berhenti pada individu tertentu saja. Ia mendorong proses transfer pengetahuan sehingga keterampilan tersebut dapat direplikasi dan dikelola secara bersama oleh masyarakat desa.

Upaya tersebut membuahkan hasil nyata. Aktivitas membatik di desa ini tidak hanya meningkat dari sisi kuantitas produksi, tetapi juga membangun konsistensi dan kemandirian warga dalam menjalankan usaha. Kegiatan membatik kini menjadi salah satu sumber penghidupan yang lebih stabil dan berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Penguatan Komunitas dan Dampak Ekonomi Lokal

Penggerak Desa Sejahtera Astra Singkawang Priska Yeniriatno yang meninggalkan karier untuk membangun rumah batik. (Dok. Astra)

Seiring berjalannya pendampingan, kegiatan membatik di Desa Sejahtera Astra Singkawang mencatat peningkatan aktivitas produksi masyarakat hingga 50 persen. Capaian ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas dan sistem produksi yang tepat mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan di tingkat desa.

Menurut Priska, dampak utama yang dirasakan adalah meningkatnya konsistensi warga dalam membatik hingga mampu membuka workshop sendiri.

"Bagi saya, dampak yang paling terasa adalah konsistensi warga untuk tetap produktif dalam membatik. Kini, sebagian dari mereka bahkan telah membuka workshop sendiri serta menerima berbagai kegiatan dari luar untuk berbagi pengetahuan tentang batik yang mereka kembangkan. Menurut saya, inilah dampak yang paling luar biasa,” ujar Priska.

Hingga saat ini, program Desa Sejahtera Astra Singkawang telah melibatkan lebih dari 240 pelaku batik. Mereka tergabung dalam 18 kelompok produksi aktif yang secara rutin menjalankan kegiatan membatik dan mengelola produksi secara kolektif. Selain itu, mulai tumbuh workshop mandiri yang dikelola warga sebagai pusat produksi sekaligus ruang berbagi pengetahuan.

Tidak hanya berorientasi pada produksi, aktivitas membatik di Singkawang juga berkembang menjadi sarana edukasi. Masyarakat mulai menerima kunjungan dan kegiatan dari berbagai pihak untuk belajar tentang proses membatik, mulai dari desain hingga pewarnaan, yang turut membuka peluang ekonomi tambahan bagi warga.

Astra menilai penguatan masyarakat berbasis potensi lokal seperti ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan desa yang mandiri dan berdaya saing. Melalui pendekatan jangka panjang, Desa Sejahtera Astra tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat kohesi sosial dan kemandirian masyarakat.

Kisah perjalanan Priska Yeniriatno dalam menggerakkan perubahan di Desa Sejahtera Astra Singkawang turut menjadi inspirasi. Cerita lengkap mengenai upaya dan dampak yang dihasilkan dapat disaksikan melalui kanal YouTube SATU Indonesia, sebagai bagian dari upaya berbagi praktik baik pemberdayaan masyarakat.

Semangat Astra untuk terus mendukung penguatan masyarakat berbasis potensi lokal melalui Desa Sejahtera Astra sejalan dengan cita-cita perusahaan untuk Sejahtera Bersama Bangsa. Inisiatif ini juga berkontribusi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals SDGs di Indonesia, khususnya dalam aspek pemberdayaan ekonomi, pekerjaan layak, dan pembangunan komunitas berkelanjutan.

Melalui penguatan batik di Singkawang, Astra menegaskan bahwa pembangunan desa yang berkelanjutan dapat dimulai dari potensi lokal, dikelola bersama oleh komunitas, dan didukung dengan sistem yang tepat untuk menciptakan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.