Saham–saham perindustrian juga berhasil mengalami penguatan 0,29%.
Kenaikan IHSG yang begitu percaya diri merupakan efek secara langsung dari melesatnya sejumlah saham Big Caps.
Berikut selengkapnya berdasarkan data Bloomberg, Senin (19/1/2026).
- Astra International (ASII) menyumbang 14,38 poin
- Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menyumbang 10,92 poin
- VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) menyumbang 9,11 poin
- Barito Pacific (BRPT) menyumbang 6,9 poin
- Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) menyumbang 6,85 poin
- Chandra Asri Pacific (TPIA) menyumbang 6,76 poin
- Pantai Indah Kapuk Dua (PANI) menyumbang 6,24 poin
- Mora Telematika Indonesia (MORA) menyumbang 5,17 poin
- Bank Central Asia (BBCA) menyumbang 4,75 poin
- Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyumbang 3,15 poin
Adapun saham–saham Konsumen non primer lainnya juga jadi pendorong laju melesatnya IHSG, saham PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI) melesat dengan kenaikan 34,7%, dan saham PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) juga melesat di zona hijau dengan menguat 34,5%.
Adapun saham–saham energi juga jadi pemicu penguatan IHSG, saham PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA) melesat 19,8%, saham PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk (BESS) menguat 11%, dan saham PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK) juga menguat dengan terapresiasi 9,92%.
Disusul oleh penguatan saham infrastruktur lain, saham PT Protech Mitra Perkasa Tbk (OASA) yang menguat 24,6%, saham PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) melesat 16,2%, dan saham PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) yang mencetak penguatan 13,5%.
Adapun Bursa Asia hari ini justru melaju bervariasi. Indeks KOSPI Korea melejit 1,32%, SETI Thailand meninggi 0,6%, Shenzhen Comp China melesat 0,51%, Shanghai terapresiasi 0,29%, dan CSI 300 China hijau 0,05%, sedang, Hang Seng Hong Kong ambles 1,05%, Strait Times Singapore melemah 0,29%, dan FTSE KLCI Malaysia merah 0,02%.
Panin Sekuritas memaparkan, Katalis positif yang mendorong laju IHSG datang dari sentimen perbaikan fundamental ekonomi, tercermin dari realisasi FDI Indonesia yang tumbuh 4,3% YoY pada Kuartal IV–2025, lebih baik dari kuartal sebelumnya yang turun 8,9% YoY, yang mengindikasikan pemulihan kepercayaan investor asing terhadap prospek ekonomi nasional
Selain itu, Phintraco Sekuritas menyebut, penguatan saham–saham perbankan besar menjelang earning season dan ekspektasi pembagian dividen menjadi salah satu pendorong penguatan IHSG.
Secara teknikal, terjadi pelebaran histogram positif MACD yang juga ditopang oleh kenaikan volume beli. Stochastic RSI masih bergerak menguat di area overbought.
“Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi menguji level 9.150 – 9.200,” jelas Phintraco, Selasa.
Ditambah lagi, IHSG dalam perjalanan menuju resistance 9.180 – 9.270. Jika area ini berhasil dilompati, melansir riset Panin, maka target selanjutnya berada di range 9.390 – 9.490.
Di sisi lain, support terdekat berada pada MA–20 sekaligus Lower Parallel Channel pada level 8.715 – 8.850. Area ini diharapkan mampu menopang pergerakan IHSG.
(fad)




























