Logo Bloomberg Technoz

Penyebab IHSG Kembali Cetak Rekor Tertinggi, Sudah di Atas 9.100

Muhammad Julian Fadli
19 January 2026 17:38

Layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (15/1/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (15/1/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencetak rekor tertinggi baru sepanjang masa atau All Time High (ATH). Pada Senin (19/1/2026), IHSG ditutup menguat 0,64% di posisi 9.133,87 yang merupakan level harga tertinggi penutupan.

Adapun siang hari tadi, IHSG langsung melesat ke level 9,133,87 yang juga merupakan level harga ATH baru secara intraday. Sedang level terendah IHSG tercatat di 9.025,99.

IHSG All Time High 9.133,87 (Bloomberg)

Total transaksi hari ini mencapai Rp35,91 triliun, dari sejumlah 85,35 miliar saham yang ditransaksikan sepanjang perdagangan, dengan frekuensi yang terjadi 3,93 juta kali diperjualbelikan. Sementara Kurs Rupiah masih melemah 0,34% ke level Rp16.942/US$ pada tutup dagang.


Sebanyak 377 saham mengalami kenaikan, dan ada 318 saham turun. Sementara itu, ada 110 saham tidak bergerak.

Penyebab IHSG Menguat

Saham–saham Konsumen non primer, saham energi, dan saham infrastruktur menjadi pendorong utama kenaikan IHSG cetak rekor, dengan menguat 2,44%, 0,96%, dan 0,89%, disusul oleh menguatnya saham Konsumen primer mencapai 0,71%.