“Feedback masyarakat kepada departemen transportasi mengenai kecerahan jalan bercahaya, visibilitas garis, dan peningkatan kesadaran akan tikungan yang bakal datang sebagian besar positif. Manfaat cahaya tersebut paling besar dalam meningkatkan visibilitas di luar jangkauan lampu depan kendaraan—meningkatkan visibilitas garis pada tikungan hingga tepat di bawah batas deteksi siang hari ketika cahaya tersebut terisi penuh.” ujar juru bicara Departemen Transportasi NSW.
Dengan lebih dari sepertiga kecelakaan di NSW terjadi pada malam hari, dan 70% kematian akibat kecelakaan lalu lintas (lalin) terjadi di daerah regional, pihak berwenang kini tengah menilai koridor jalan berbahaya lainnya untuk penerapan teknologi tersebut.
“Berdasarkan keberhasilan awal uji coba tersebut, kami saat ini sedang meninjau lokasi tambahan yang dapat memperoleh manfaat dari perawatan inovatif ini,” tutur otoritas transportasi Pemerintah NSW.
Sebelumnya, marka jalan yang menyala dalam gelap telah dilakukan uji coba di negara bagian Australia Victoria, dengan mengambil pendekatan serupa pada 2022 dan diklaim memiliki keberhasilan terbatas di bagian sepanjang 1 km di Jalan Metong, wilayah tenggara negara bagian tersebut.
Di samping itu, minat global terhadap teknologi ini juga makin meningkat, dengan Inggris, Irlandia, dan Belanda juga mempertimbangkan atau melakukan uji coba sistem serupa.
(wep)































