“Pertumbuhan ini terutama didorong oleh proyek panas bumi Suoh Sekincau dan Hamiding, serta dilengkapi oleh ekspansi bertahap pada pembangkit listrik tenaga angin,” papar Analis Sucor Sekuritas dalam risetnya.
Dampak positif diproyeksikan mampu mencatat CAGR laba sebesar 28% bagi emiten BREN selama delapan tahun ke depan, dengan potensi laba mencapai US$810 juta pada 2033.
Saham BREN dipandang amat menarik sejalan dengan prospek pertumbuhan, proyeksi ini terutama didorong oleh pertumbuhan kapasitas dengan CAGR mencapai 17%, serta asumsi tarif yang lebih tinggi dari potensi ekspor yang telah dimasukkan dalam base case (rata-rata US$0,13/kWh).
Berdasarkan sentimen dan katalis tersebut, Analis Sucor Sekuritas tegas mempertahankan rekomendasi buy, beli saham BREN dengan target harga mencapai Rp19.800/saham.
Analis menilai BREN menarik berkat kombinasi ekspansi kapasitas hingga tiga kali lipat, visibilitas laba yang solid, serta kemampuan menghasilkan arus kas yang tangguh.
Target harga (Target Price/TP) yang amat menarik mencapai Rp19.800/saham dapat tercapai mengingat prospek pasar bullish jangka panjang dan adanya tahap eksplorasi menuju pertumbuhan berskala lebih besar jadi katalis strategis yang akan mendorong harga saham BREN.
(fad)




























