Dirinya menambahkan bahwa produsen PC dan smartphone telah bergabung dalam antrean untuk mencoba mengamankan chip memori setelah 2026.
Jumat lalu, media China Jiemian melaporkan bahwa produsen smartphone besar China termasuk Xiaomi Corp., Oppo, dan Shenzhen Transsion Holdings Co. memangkas target pengiriman mereka untuk 2026 akibat kenaikan biaya memori. Pada bagian lain, OPPO memangkas perkiraannya hingga 20%. Ketiga perusahaan tersebut tidak menanggapi permintaan komentar.
Pengiriman smartphone global diperkirakan akan turun 2,1% akibat kelangkaan chip memori yang mendorong kenaikan biaya dan menekan produksi, menurut perkiraan Counterpoint Research pada Desember.
Produsen PC termasuk Dell Technologies Inc. juga telah memperingatkan bahwa mereka kemungkinan akan terdampak oleh kelangkaan yang sedang berlangsung.
Baca Juga: Komputer PC Akan Makin Mahal di 2026
Tiga pemain besar industri chip memori global — Micron, SK Hynix Inc., dan Samsung Electronics Co. — mengalami lonjakan harga saham pada 2025 berkat booming AI.
SK Hynix menyatakan telah menjual habis seluruh pasokan chipnya pada 2026, sementara Micron mengatakan chip memori AI-nya juga telah terjual habis tahun ini.
Guna memprioritaskan pasokan kepada pelanggan korporat strategis termasuk Nvidia, Micron mengumumkan pada Desember bahwa mereka bakal menghentikan bisnis memori konsumen bermerek Crucial yang populer. Gejolak yang terus terjadi di industri AI terhadap chip memori juga menambah urgensi ekspansi manufaktur Micron di AS dan Asia.
Sabtu, Micron mengumumkan rencana untuk membayar US$1,8 miliar untuk sebuah lokasi dengan pabrik yang sudah ada di Taiwan, yang berfungsi sebagai pusat produksi utama bagi produsen chip berbasis di Boise, Idaho.
Langkah tersebut secara signifikan memperpendek waktu bagi Micron mengoperasikan pabrik baru. Perusahaan mengatakan akan mulai memproduksi wafer DRAM secara signifikan pada paruh kedua tahun 2027.
DRAM menyediakan lingkungan operasi untuk prosesor kompleks dari Nvidia dan Intel Corp. guna melakukan perhitungan dan menjadi inti dari memori dengan bandwidth tinggi yang diperlukan agar akselerator AI dapat beroperasi secara optimal.
“Apa yang akan kami lakukan di lokasi-lokasi kami di Asia adalah melanjutkan transisi ke generasi teknologi berikutnya,” kata Bhatia selama wawancara pada hari Jumat.
Kapasitas baru, di sisi lain, akan hampir sepenuhnya dilakukan di AS, tambahnya.
Proyek valuasi US$100 miliar Micron di dekat Syracuse direncanakan akan menampung empat pabrik DRAM — masing-masing seluas sekitar 10 lapangan sepak bola. Pabrik pertama akan keluar dari lini produksi pada tahun 2030.
Produsen chip AS ini juga menambah kapasitas dua pabrik di Boise bersama dengan fasilitas riset dan pengembangan yang sudah ada di sana. Pabrik pertama di Idaho direncanakan mulai beroperasi pada 2027, dan pabrik kedua juga sedang direncanakan.
Rencana ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memindahkan 40% produksi DRAM-nya ke wilayah AS, tujuan yang didukung oleh dana US$6,2 miliar dari Chips Act yang diperoleh perusahaan pada 2024, serta kemampuan untuk memanfaatkan insentif pajak 35% selama proses konstruksi berlangsung.
(bbn)































