Logo Bloomberg Technoz

Syarat Jika Ingin Dana Asing Kembali Deras ke Saham Big Banks

Recha Tiara Dermawan
19 January 2026 10:55

Pengunjung melintas di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (15/1/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean)
Pengunjung melintas di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (15/1/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Saham perbankan beraset besar atau Big Banks dinilai telah melewati titik terendah (bottom), namun pemulihan harga saham diperkirakan masih akan berlangsung secara bertahap.

Kembalinya arus dana asing (foreign inflow) secara signifikan dinilai membutuhkan perbaikan fundamental ekonomi yang lebih meyakinkan.

Melansir dari riset Stockbit Sekuritas, penilaian tersebut didasarkan pada sejumlah faktor, antara lain berakhirnya siklus pemangkasan estimasi kinerja, mulai berbaliknya momentum laba bersih, serta ketidakpastian terkait kecepatan kembalinya investor asing ke pasar saham domestik.


Momentum terendah harga saham Big 4 Banks dinilai telah terlewati seiring meredanya tekanan terhadap estimasi laba.

“Sepanjang 2025, konsensus pasar terus memangkas proyeksi laba bersih perbankan besar akibat realisasi kinerja yang mengecewakan dan kondisi makro yang menantang. Namun, sejak November 2025, tren pemangkasan tersebut mulai melandai, bahkan diikuti peningkatan estimasi laba secara selektif pada beberapa bank” ujar Stockbit dalam risetnya, Senin (19/1/2026).