Akan tetapi, usai penyampaian arahan terakhir oleh ATC, komunikasi dengan pesawat terputus. Saat ini, ATC sudah kehilangan kontak dengan pesawat ATR 42-500 tersebut.
“Menindaklanjuti kondisi tersebut, ATC mendeklarasikan fase darurat DETRESFA (Distress Phase) sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku,” papar Lukman.
Sebelumnya, berdasarkan data Badan Sar Nasional (Basarnas) Makassar, pesawat milik maskapai Indonesia Air Transport dengan nomor registrasi PK-THT tersebut dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 13.17 WITA, di wilayah Kabupaten Maros.
Pesawat tersebut mengangkut 10 orang, yang terdiri dari tujuh kru pesawat dan tiga penumpang. Tim Sar Makassar telah mengirimkan tim penyelamat kurang lebih 15 personel ke wilayah tersebut, lengkap dengan drone dan mobil penyelamat.
(azr/frg)





























