Logo Bloomberg Technoz

Penerbangan RI Kerap Delay, Pakar Soroti Kacau Pengelolaan Slot

Redaksi
19 February 2026 14:15

Suasana penumpang pesawat terbang di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Kamis (19/6/2025). (Dok. Bandara I Gusti Ngurah Rai)
Suasana penumpang pesawat terbang di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Kamis (19/6/2025). (Dok. Bandara I Gusti Ngurah Rai)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Perhubungan memaparkan bahwa realisasi On Time Performance penerbangan di Indonesia pada tahun 2025 masih perlu diperbaiki. Pada Tahun 2025 lalu, On Time Performance penerbangan ditarget mencapai 80%, namun pada kenyataannya, On Time Performance penerbangan hanyalah berada di angka 74,5%.

“Satu indikator yang saat ini masih berada dalam kategori on track yaitu on time performance penerbangan dengan capaian 93,12%” kata Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi dalam rapat bersama Komisi V DPR-RI, Rabu (18/2/2026).

Pengamat penerbangan Gatot Rahardjo menilai On Time Performance maskapai di Indonesia yang tak kunjung membaik ini dikarenakan oleh banyak faktor seperti maskapai bandara, penumpang dan lain sebagainya.


“Tapi yang ingin saya soroti itu soal pengelolaan slot time-nya. Sebenarnya kalau pengelolaan slot time ketat, keterlambatan bisa diminimalisir.” kata Gatot kepada Bloomberg Technoz, Kamis (19/2/2026).

Gatot menyebut, pengaturan slot dapat diatur dan dimaksimalkan dengan cara pertama, maskapai harus segera mengembalikan slot-nya kepada pengelola (negara) kalau memang jumlah armada-nya tidak bisa memenuhi slot yang diberikan.