"Mereka itu menjadi UMKM hanya untuk bertahan hidup. Tapi tidak bisa naik kelas," jelasnya.
Oleh karena itu, menurut Aviliani, kondisi ini perlu menjadi perhatian serius sektor swasta, dengan mendorong UMKM agar terintegrasi ke dalam rantai pasok atau supply chain industri yang lebih besar.
Dengan begitu, UMKM tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga memiliki peluang untuk naik kelas.
Ke depan, Kadin berencana memulai penguatan integrasi UMKM ke dalam rantai pasok melalui sektor pangan.
Menurut Aviliani, sektor ini relatif paling mudah dikembangkan sejalan dengan agenda pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.
"Yang kedua adalah supply chain berkaitan dengan manufaktur. Karena manufaktur ini juga harus digerakkan," tegasnya.
Sebelumnya, pemerintah melaporkan hingga November 2025, penyaluran KUR UMKM sudah mencapai 83% atau sekitar Rp238 triliun, dari target sebesar Rp286 triliun pada 2025 lalu.
Dari target tersebut, KUR telah disalurkan pada 2,25 juta debitur baru atau sekitar 96%, dari target sebanyak 2,34 juta debitur.
Kemudian, untuk debitur graduasi naik melampaui target sebanyak 112% atau sekitar 1,3 juta debitur, dari target 1,2 juta debitur.
(prc/naw)
































