Rosan juga menegaskan dinamika geopolitik global merupakan faktor di luar kendali Indonesia.
Namun, pemerintah kata dia, akan tetap fokus pada aspek-aspek yang bisa dikendalikan, terutama perbaikan regulasi dan kebijakan untuk menciptakan lingkungan yang makin ramah bagi investor.
"Saya melihatnya optimis investasi kita ini akan terus berjalan baik, meningkat baik, dan sesuai dengan target-targetnya gitu. Memang harus kerja keras," tegasnya.
Kerja keras tersebut, kata Rosan memang perlu dilakukan lantaran Indonesia, juga turut bersaing dengan negara-negara tetangga dalam menarik minat investasi.
Dia mencontohkan persaingan Indonesia dengan Malaysia dan Thailand dalam menarik investasi pusat data atau data center.
Meski demikian, Indonesia masih memiliki sejumlah keunggulan, seperti harga listrik dan infrastruktur digital yang kompetitif, bonus demografi, serta stabilitas nasional yang terjaga.
"Jadi ya itu semua yang [perlu kita jaga], kita tidak boleh terlena tapi terus kita tingkatkan," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui melalui operasi militernya, AS pada 3 Januari 2026 berhasil menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, beserta istrinya di Caracas.
Penangkapan yang diperintahkan oleh Presiden Donald Trump ini didasari atas dakwaan narko-terorisme dan perdagangan narkoba, di mana Maduro kemudian langsung diterbangkan ke New York untuk menghadapi persidangan federal.
(prc/naw)































