Harga Minyak Stabil Usai AS Tahan Rencana Serang Iran
News
16 January 2026 08:40

Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak bergerak stabil setelah mencatat penurunan terbesar sejak Juni, menyusul sinyal Amerika Serikat (AS) yang menyatakan akan menahan diri untuk sementara waktu dari rencana menyerang Iran.
West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran US$59 per barel setelah anjlok 4,6% pada Kamis (15/1), sementara Brent berada di bawah US$64 per barel. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan meminta Presiden AS Donald Trump untuk menunda rencana serangan militer terhadap Iran, menurut laporan New York Times. Langkah ini membantu meredakan kemungkinan respons militer AS dalam waktu dekat atas penindakan keras pemerintah Iran terhadap pemberontakan domestik, sekaligus menurunkan risiko gangguan terhadap produksi Iran maupun jalur pelayaran utama.
Secara mingguan, harga minyak diperkirakan ditutup relatif tidak berubah setelah sempat melonjak sejak 8 Januari, dipicu kekhawatiran AS akan menargetkan Iran, produsen minyak terbesar keempat OPEC. Gejolak di Venezuela serta gangguan ekspor Kazakhstan melalui Laut Hitam turut menopang harga. Meski demikian, harga minyak baru saja mencatatkan kinerja tahunan terburuk sejak 2020, seiring peningkatan produksi yang berpotensi melampaui pertumbuhan permintaan yang masih lesu.
Harga:
- WTI untuk pengiriman Februari relatif tidak berubah di US$59,27 per barel pada pukul 07.14 waktu Singapura.
- Brent untuk penyelesaian Maret ditutup turun 4,2% menjadi US$63,76 per barel pada Kamis.





























