Logo Bloomberg Technoz

Saham–saham infrastruktur juga berhasil mengalami penguatan 0,12%.

Melesat tingginya IHSG sampai dengan ATH merupakan efek secara langsung dari kenaikan sejumlah saham Big Caps.

Berikut diantaranya berdasarkan data Bloomberg, Kamis (15/1/2026).

  1. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyumbang 15,77 poin
  2. Bank Mandiri (BMRI) menyumbang 11,68 poin
  3. Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menyumbang 10,74 poin
  4. DCI Indonesia (DCII) menyumbang 7,78 poin
  5. Bank Central Asia (BBCA) menyumbang 7,13 poin
  6. Bank Negara Indonesia (BBNI) menyumbang 5,89 poin
  7. Petrosea (PTRO) menyumbang 3,12 poin
  8. Bukit Uluwatu Villa (BUVA) menyumbang 3,03 poin
  9. Chandra Asri Pacific (TPIA) menyumbang 2,08 poin
  10. Barito Renewables Energy (BREN) menyumbang 1,85 poin

Saham–saham Konsumen non primer lainnya juga jadi pendorong laju melesatnya IHSG, saham PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) melesat dengan kenaikan 35%, dan saham PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI) juga melesat di zona hijau dengan menguat 34,7%.

Saham–saham keuangan juga jadi pemicu penguatan IHSG, saham PT Superbank Tbk (SUPA) melesat 6,61%, saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) menguat 5,49%, dan saham PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) juga menguat dengan terapresiasi 3,86%.

Disusul oleh penguatan saham teknologi lain, saham PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) yang menguat 25%, saham PT RUN System Tbk (RUNS) melesat 9,18%, dan saham PT Quantum Clovera Investama Tbk (KREN) yang mencetak penguatan 8,82%.

Adapun Bursa Saham Asia hari ini justru melaju bervariasi. Indeks KOSPI Korea melejit 1,58%, SETI Thailand melesat 1,37%, Strait Times Singapore menguat 0,43%, dan FTSE KLCI Malaysia hijau 0,25%, sedang, NIKKEI 225 merah 0,42%, Shanghai terdepresiasi 0,33%, Hang Seng Hong Kong melemah 0,28%, dan Shenzhen Comp China drop 0,13%.

Arah Teknikal IHSG Selanjutnya

Menyitir riset Phintraco Sekuritas, IHSG kembali mencapai level tertinggi baru 9.100 intraday, dan ditutup menguat di level 9.075,4 pada perdagangan Kamis. 

Pada pekan depan, investor akan menantikan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Diprediksi BI masih akan mempertahankan BI Rate tetap pada level 4,75% karena Rupiah yang masih lemah.

“Selain itu akan dirilis data pertumbuhan kredit bulan Desember 2025 yang diperkirakan melambat menjadi 7,6% yoy dari 7,74% yoy,” papar Phintraco, Rabu.

Adapun melansir riset Panin Sekuritas, IHSG bergerak di zona hijau, kembali membentuk titik tertinggi baru. IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menuju resistance selanjutnya di range 9.270 – 9.390.

“Di sisi lain, support terdekat berada pada MA5 @ 8.990. Kemudian MA20 sekaligus Lower Parallel Channel @ 8.700 – 8.820 diharapkan mampu menopang pergerakan IHSG,” analisis Panin.

Secara sentimen fundamentalnya, mengutip riset Phillip Sekuritas Indonesia, Indeks saham utama Bursa Wall Street semalam ditutup turun selama dua hari beruntun karena investor melakukan aksi jual atas saham-saham di sektor teknologi dan juga saham bank besar.

Data Producer Price Index (PPI) AS memperlihatkan inflasi di level produsen naik 0,2% mtm (+3,0% yoy) pada bulan November, lebih cepat dari laju kenaikan 0,1% mtm (+2,8% yoy) pada bulan sebelumnya dan sesuai dengan ekspektasi pasar.

Inflasi Inti (Core PPI) tidak tumbuh atau 0% mtm (+3,0% yoy) menyusul kenaikan 0,3% mtm (+2,9% yoy) di bulan Oktober.

“Bersama dengan data CPI AS yang di rilis pada hari Selasa kemarin. maka investor sampai pada kesimpulan bahwa tekanan kenaikan harga–harga masih cukup tinggi sehingga memperkuat ekspektasi Bank Sentral AS (Federal Reserve) akan mempertahankan suku bunga acuan dalam waktu dekat,” terang Philip dalam riset hariannya, Kamis.

(fad)

No more pages