Jepang mengalokasikan 900 juta yen (US$5,7 juta) untuk tahun fiskal 2025 "guna mendukung inisiatif Filipina dalam memodernisasi angkatan bersenjata kami," kata Lazaro selama jumpa pers setelah upacara penandatanganan. Tokyo sebelumnya menyediakan kapal dan sistem radar pantai bagi Manila melalui program tersebut.
Jepang menentang "upaya sepihak yang mengubah status quo dengan kekerasan atau paksaan di Laut China Timur dan Selatan," ujar Motegi.
Kapal-kapal Filipina dan China bentrok di perairan yang diperebutkan itu. Dewan Maritim Nasional Filipina pekan ini mengatakan ketegangan tersebut merupakan "akibat langsung dari aktivitas ilegal, paksa, agresif, dan menipu yang terus-menerus dilakukan China di zona maritim Filipina."
Selain perselisihan di Laut China Timur, hubungan antara Tokyo dan Beijing memburuk baru-baru ini setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi berspekulasi tentang kemungkinan aksi militer terkait Taiwan.
Motegi mengungkap Filipina dan Jepang—keduanya sekutu AS—berencana memperkuat kerja sama dengan Washington demi perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut.
Selama bertemu, kedua diplomat tersebut juga membahas pengembangan infrastruktur, keamanan ekonomi, pertanian khususnya pisang Filipina, rantai pasokan, semikonduktor, dan pembangunan Mindanao, di mana Jepang berencana memberi bantuan sebesar 1,63 miliar yen untuk konektivitas digital di wilayah selatan Filipina.
(bbn)



























