Logo Bloomberg Technoz

SPBU Swasta Hemat Impor Jika Beli BBM Pertamina, Apa Risikonya?

Azura Yumna Ramadani Purnama
15 January 2026 12:50

Petugas menjual kopi dan makanan ringan di depan SPBU Shell jalan Prof. DR. Soepomo, Kamis (18/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Petugas menjual kopi dan makanan ringan di depan SPBU Shell jalan Prof. DR. Soepomo, Kamis (18/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Praktisi industri migas berpendapat wacana penyetopan impor bahan bakar minyak (BBM) untuk operator stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta dapat memangkas biaya impor yang dilakukan, tetapi harga jual BBM yang ditawarkan SPBU swasta belum tentu bisa lebih murah.

Direktur Utama PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC) Hadi Ismoyo berpendapat hilangnya biaya impor yang dikeluarkan operator SPBU swasta belum cukup untuk membuat harga BBM yang dijual lebih murah.

Alasannya, harga jual BBM yang ditawarkan PT Pertamina (Persero) bisa saja lebih mahal dibandingkan dengan impor BBM langsung yang dilakukan badan usaha (BU) hilir migas swasta, sebab Pertamina perlu menyesuaikan spesifikasi BBM yang dimiliki SPBU swasta.


“Belum tentu [harga jual BBM SPBU swasta lebih murah], karena hanya satu komponen shipping cost yang bisa dihemat. Harga dari Pertamina ke SPBU swasta apakah bisa murah? Karena [Pertamina perlu] untuk memenuhi spesifikasi SPBU swasta,” kata Hadi ketika dihubungi, Kamis (15/1/2026).

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengecek laporan akibat isi Pertalite di SPBU Pertamina, Malang, Jawa Timur, Rabu (29/10/2025). (Dok. Kementerian ESDM).

Isu Spesifikasi