Bahlil Mau Dorong Mandatori Bioetanol 20%, Transparansi Disoal
Pramesti Regita Cindy
14 January 2026 16:30

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas (Aspermigas) meminta pemerintah bersikap lebih terbuka soal motif di balik wacana penerapan mandatori bensin dengan campuran etanol atau bioetanol 20% (E20) paling cepat pada 2027 atau paling lambat pada 2028.
Menurut Ketua Komite Investasi Aspermigas Moshe Rizal menilai tujuan utama kebijakan tersebut belum dijelaskan secara gamblang, sementara potensi konsekuensinya dinilai tidak kecil.
"Sekali lagi saya pertanyakan, tujuannya apa? Karena semua masalah lingkungan, masalah impor, masalah swasembada energi itu kan terjawab semua. Ini konsekuensinya cukup luar biasa. Jadi terus terang sampai ada kejelasan, kita harus terus mempertanyakan ini," ujar Moshe saat dihubungi, Rabu (14/1/2026).
Moshe menyinggung kemungkinan motif lain di balik wacana E20 termasuk sekadar mengalihkan impor atau berkaitan dengan kerja sama internasional, seperti dengan Brasil.
Meski demikian, dia menegaskan tidak menolak kerja sama tersebut selama tidak dijadikan kewajiban nasional.































