Sebanyak 410 saham mengalami kenaikan, dan ada 239 saham melemah. Sedangkan 149 saham tidak bergerak.
Sejumlah saham juga menjadi motor utama IHSG pada perdagangan Sesi I. Saham–saham infrastruktur, saham Konsumen non primer, dan saham barang baku mencatatkan kenaikan paling tinggi, dengan masing–masing menguat 2,25%, 2,24% dan 1,89%.
Menguatnya IHSG merupakan efek secara langsung dari kenaikan sejumlah saham Big Caps, terutama saha–saham Prajogo Pangestu, saham BREN hingga saham BRPT.
Berikut diantaranya berdasarkan data Bloomberg, Rabu (14/1/2026).
- Barito Renewables Energy (BREN) menyumbang 14,85 poin
- Bumi Resources Minerals (BRMS) menyumbang 10,49 poin
- Bumi Resources (BUMI) menyumbang 6,77 poin
- GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) menyumbang 5,94 poin
- Telkom Indonesia (TLKM) menyumbang 5,27 poin
- Merdeka Gold Resources (EMAS) menyumbang 4,07 poin
- Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menyumbang 3,72 poin
- Aneka Tambang (ANTM) menyumbang 3,59 poin
- Darma Henwa (DEWA) menyumbang 3,47 poin
- Barito Pacific (BRPT) menyumbang 2,87 poin
Adapun saham–saham LQ45 lainnya juga menjadi pendorong penguatan IHSG, saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) melejit 7,55% dan saham PT XLSmart Tbk (EXCL) juga menguat dengan kenaikan 6,14%.
Disusul oleh penguatan saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang menguat 4,33% dan saham PT Indosat Tbk (ISAT) yang mencetak kenaikan 3,71%.
(fad)































