Wilayah-wilayah kerja tersebut tersebar di dua kota, Prabumulih dan Palembang, serta sembilan kabupaten, yaitu Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu.
Hasil produksi kemudian disalurkan untuk memenuhi kebutuhan kilang domestik Pertamina.
Selain itu, di sisi operasional, PEP Zona 4 terus mendorong inovasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan produksi.
Salah satu teknologi yang diimplementasikan adalah batch drilling onshore, yakni metode pengeboran beberapa sumur dari satu lokasi secara berurutan.
Dengan dukungan drilling rig berteknologi skidding atau walking, pemindahan peralatan antarsumur dapat dilakukan tanpa proses bongkar pasang (rig down).
"Penerapan teknologi ini terbukti mampu mempercepat waktu pengeboran sekaligus meningkatkan efisiensi biaya operasi."
Di samping itu, peningkatan produksi turut ditopang oleh optimalisasi pengembangan lapangan melalui strategi agresif dan terintegrasi, mulai dari penambahan data 3D seismic, program New Area Development (NAD), pengeboran step out, interfield, dan infill, hingga kolaborasi subsurface dalam pengeboran sumur baru serta kegiatan workover dan well intervention (WO&WI).
(prc/wdh)






























