Logo Bloomberg Technoz

Masuki 2026, Rupiah Belum Bisa Semringah

Tim Riset Bloomberg Technoz
13 January 2026 09:12

Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Laju pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih tertahan di hari perdagangan ke delapan tahun ini. 

Dalam perdagangan spot Selasa (13/1/2026), nilai tukar dibuka melemaah 0,2%% ke Rp16.867/US$. Kemarin, rupiah ditutup melemah 0,17% di 16.833/US$. 

Sejumlah tekanan eksternal dan internal membebani pergerakan rupiah sejak awal tahun hingga hari ini dan membuat rupiah diprediksi akan menyentuh level psikologis Rp17.000/US$ pada 2026. 


Indeks dolar AS menguat 0,07% ke 98.827, setelah sempat turun 0,27% pada penutupan perdagangan kemarin. Rebound-nya indeks dolar AS membuat mayoritas mata uang Asia berada di zona merah.

Nilai tukar mata uang Asia terhadap dolar AS, Selasa pagi (13/1/2026). (Sumber: Bloomberg)

Won Korea Selatan tergerus paling dalam sebanyak 0,34%, baht Thailand 0,14%, peso Filipina 0,07%, yen Jepang 0,06%, dolar Hong Kong 0,03%, dan dolar Singapura 0,02%.