Modal Asing Susut, Rupiah Diprediksi Tembus Rp17.000 di 2026
Sultan Ibnu Affan
12 January 2026 18:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Grup lembaga perbankan dan jasa keuangan HSBC Global Investment Research memproyeksikan nilai tukar rupiah akan menyentuh ke level Rp17.000/US$ pada akhir 2026, yang akan dibayangi dari sisi pergerakan atus modal.
Chief India Economist and Macro Strategist Asean Economist HSBC Pranjul Bhandari mengatakan, proyeksi tersebut seiring dengan arus modal asing ke dalam negeri yang diperkirakan akan cenderung lamban sepanjang tahun ini.
"Kami memperkirakan rupiah masih menghadapi tekanan depresiasi moderat seiring dinamika neraca pembayaran. Pada akhir 2026, nilai tukar rupiah berpotensi berada di kisaran Rp17.000/US$, sedikit lebih lemah dibandingkan posisi saat ini," ujarnya dalam konferensi pers HSBC Outlook 2026, Senin (12/1/2026).
Pranjul mengatakan, terdapat dua faktor utama yang dapat mempengaruhi tekanan terhadap rupiah ditengah volatilitas geopolitik global saat ini; dari sisi arus modal dan neraca perdagangan.
Namun, dari sisi perdagangan, dia menilai kinerja dalam negeri masih terbilang cukup kuat. Itu terbukti dari laporan terakhir yang masih mencatatkan surplus sekitar US$2,6 miliar pada November 2025, sekaligus surplus selama 67 bulan beruntun.
































