Prabowo pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu dan bergotong royong dalam menghadapi persoalan kemiskinan dan kelaparan.
“Mari kita bersatu. Mari kerja sama untuk menghilangkan kemiskinan dan kelaparan dari Indonesia. Kita bangkitkan semua kehidupan bangsa Indonesia,” bebernya.
Menurut Prabowo, pembangunan nasional tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata. Pertumbuhan, kata dia, harus selalu disertai pemerataan agar benar-benar bermakna bagi sebuah bangsa.
Ia kembali mengingatkan tujuan bernegara sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945, yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dari ancaman kelaparan, kemiskinan, penderitaan, dan penyakit, sekaligus memajukan kesejahteraan umum.
Salah satu instrumen utama yang ditekankan Prabowo untuk memutus rantai kemiskinan adalah pendidikan. Melalui program Sekolah Rakyat, pemerintah membuka akses pendidikan berkualitas gratis berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan tertinggal.
Usai meresmikan 166 Sekolah Rakyat, Presiden menargetkan jumlah sekolah tersebut akan terus ditingkatkan hingga mencapai 500 sekolah pada 2029.
“Pendidikan adalah sarana yang paling benar untuk menghilangkan kemiskinan. Tapi pendidikan butuh uang. Uang kita, kalau dicuri, kalau dikorupsi, kurang untuk membangun semua sekolah dan kampus yang kita ingin bangun,” tegas Prabowo.
(red)































