Logo Bloomberg Technoz

Pemerintah Targetkan Bangun 7 Pabrik Pupuk Hingga 2029

Mis Fransiska Dewi
12 January 2026 19:00

Menko Pangan, Zulkifli Hasan usai Rakor Penanggulangan KLB pada Program MBG di Kemenkes, Kamis (2/10/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Menko Pangan, Zulkifli Hasan usai Rakor Penanggulangan KLB pada Program MBG di Kemenkes, Kamis (2/10/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan pemerintah bakal menambah tujuh pabrik baru di Indonesia, tanpa peningkatan anggaran subsidi. Pemerintah juga bakal mengubah tata kelola pupuk bersubsidi dengan merevisi tiga aturan lama sehingga harga pupuk dapat mengikuti harga pasar.

Zulkifli atau Zulhas menyampaikan tiga aturan yang dimaksud adalah Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68 Tahun 2016, PMK Nomor 165 Tahun 2021, dan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2005.  Secara umum, ketiganya mengatur tata kelola penjualan pupuk ke pasar oleh Pupuk Indonesia.

"Revisi ketiga aturan tersebut akan mengubah penghitungan harga pupuk bersubsidi dari cost-plus menjadi market-to-market. Jadi, harga pupuk bersubsidi akan mengikuti harga pasar," kata Zulhas seusai rapat di kantornya, Senin (12/1/2026). 


Metode cost-plus selama ini membuat harga jual pupuk bergantung pada biaya produksi ditambah margin yang dinikmati seluruh pemain di rantai pasok pupuk bersubsidi. Sementara metode market-to-market akan menyesuaikan harga pupuk bersubsidi sesuai harga pasar pada periode tertentu, bukan biaya produksi.

Dengan kata lain, metode yang baru akan memungkinkan harga eceran tertinggi (HET) bagi pupuk bersubsidi mudah diterapkan.