Revisi aturan-aturan tersebut, kata Zulhas, dapat menekan harga di tingkat petani. Pendapatan Pupuk Indonesia akan tetap naik dan dapat meningkatkan kapasitas produksi.
Dalam kaitan itu, Zulhas berencana menambah tujuh fasilitas perusahaan pelat merah itu hingga 2029.
"Dalam lima tahun, Pupuk Indonesia dapat menambah tujuh pabrik baru tanpa ada penambahan anggaran subsidi pupuk yang saat ini mencapai sekitar Rp44 triliun per tahun," katanya.
Berdasarkan laman resminya, Pupuk Indonesia mengelola lima pabrik pupuk dengan kapasitas terpasang 14,65 juta ton. Jenis pupuk dengan kapasitas terpasang terbesar adalah urea hingga 9,36 juta ton dan diikuti oleh NPK sekitar 4,52 juta ton.
Pabrik dengan kapasitas terpasang urea terbesar adalah PT Pupuk Kalimantan Timur yang mencapai 3,43 juta ton. Untuk pabrik NPK terbesar dapat diproduksi oleh PT Petrokimia Gresik hingga 3,12 juta ton.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan rencana ambisius untuk merevitalisasi dan membangun pabrik pupuk baru di Indonesia hingga 2029. Total anggaran yang disiapkan untuk program revitalisasi ini diperkirakan mencapai Rp50 triliun.
Langkah ini merupakan bagian dari instruksi Presiden untuk memperkuat sektor pupuk sebagai komponen kunci produksi pangan nasional.
"Kita akan bangun tujuh [pabrik], lima akan selesai sampai 2029. Anggarannya kurang lebih 50 triliun," ungkap Amran kepada wartawan di Kantor Kementerian Pertanian, Rabu (22/10/2025).
Amran menyebutkan bahwa fokus revitalisasi akan dimulai dari pabrik pupuk yang paling tua, meskipun rincian teknis akan diserahkan kepada direksi PT Pupuk Indonesia (Persero).
Instruksi untuk melakukan revitalisasi sektor pupuk ini datang langsung dari Presiden, dengan tujuan untuk membuat lompatan besar di sektor pertanian.
(ell)





























